Tulis & Tekan Enter
Logo
images

Makassar, 11 November 2021.
Karantina pertanian makassar melakukan rapat internal hasil pemantauan daerah sebar Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Mabudatora,  dengan dihadiri oleh para pejabat lingkup karantina pertanian Makassar, serta narasumber yang berasal dari balai besar veteriner Maros, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan serta Dinas Peternakan Kabupaten Bone.
Hadir pula secara daring, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasesa Putra. Dalam arahannya Wisnu mengatakan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antara karantina pertanian dengan instansi berwenang di bidang kesehatan hewan dalam rangka mewujudkan suatu daerah yang bebas dari penyakit hewan.
Kegiatan pemantauan daerah sebar BBKP Makassar Tahun 2021 adalah penyakit Brucellosis pada sapi dengan mengambil sample di enam kabupaten yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain Bantaeng, Jeneponto, Gowa, Sinjai, Bone serta Makassar dengan mengumpulkan total sebanyak 1.037 sample. Pemantauan ini sendiri bertujuan untyk memberikan keyakinan bahwa media pembawa yang dimasukkan ke dalam suatu area tidak memberikan dampak bagi penyebaran penyakit.
Kepala karantina pertanian makassar, Lutfie Natsir dalam sambutannya berharap agar hasil pemantauan yang telah dipaparkan hari ini menjadi informasi mengenai status serta situasi penyakit Brucellolis di Sulawesi Selatan. “Dengan adanya hasil pemantauan daerah sebar HPHK ini dapat menjadi informasi tergintegrasi karantina pertanian Makassar dengan Dinas Provinsi dan Kabupatendalam upaya pengendalian dan pemberantasan Brucellosis. Harapan saya, ke depannya pelaporan data status dan penyakit dalam satu peta dapat terintegrasi dengan sistem kesehatan hewan nasional”, ujar Lutfie.
 

Data Statistik

LINK TERKAIT